Suhartiniblog
TUT WURI HANDAYANI ING NGARSO SUN TULODO

Sang guru dalam workshop slide 1

kenangan workshop guru mukomuko yg bikin haru

Senyuman manis dari sang guru 2

Inilah kegiatan sang guru dalam yang selalu akrab terhadap anak didik

sang guru 3

Ini salah satu kegiatan dalam kebersamaan sang guru menuju profesional

sang guru 4

kegiatan seperti workshop atau pelatihan memang sangat penting bagi sang guru.

Sang guru 5

kegiatan seperti workshop dilakukan oleh sang guru di mukomuko.

Sang guru 6

kegiatan photo bersama dalam keakraban sang guru.

Sang guru 7

kegiatan photo bersama sebagai kenangan.

sang guru 8

Ini juga bagian kebersamaan dari sang guru.

Sabtu, 20 Oktober 2012

Pengaruh Prilaku Individu Terhadap Efektifitas Organisasi



A. Pendahuluan
Kerjasama OrganisasiManusia sebagai makhluk berakal merupakan makhluk yang mendapat kedudukan tertinggi. Oleh karena itu, manusia selalu menjadi motor penggerak dalam setiap kegiatan yang ada, baik itu kegiatan untuk manusia itu sendiri sebagai individu maupun manusia sebagai makhluk sosial, bahkan pada hakikat tertinggi adalah menyadari manusia sebagai makhluk Tuhan.
Dalam ilmu manajemen disebutkan bahwa manusia termasuk ke dalam salah satu aset sumber daya, yaitu sumber daya manusia. Sumber daya manusia memberikan cetusan kreatif di setiap organisasi. Kreativitas manusia itulah yang nantinya akan membawa dampak pada kemajuan atau kemunduran dari organisasi dilihat dari bagaimana manusia sebagai sumber daya tersebut mengolahnya.


Orang-orang merancang dan menghasilkan barang-barang dan jasa-jasa, mengendalikan mutu, memasarkan produk-produk, mengalokasikan sumberdaya finansial, dan menetapkan keseluruhan strategi dan tujuan organisasi. Tanpa orang-orang yang efektif nampaknya sangat sulit bagi organisasi tersebut meraih tujuan-tujuannya. Tidak satupun sumberdaya yang mempunyai pengaruh yang sangat kuat terhadap organisasi selain sumber daya manusia.
Sebagai salah satu sumber daya, manusia yang notebene mempunyai perilaku, akan mempengaruhi perilaku dalam organisasi tersebut. Perilaku manusia tersebut tak lepas dari bagaimana manusia tersebut mengatur dirinya sendiri sehingga dapat memberikan kontribusi kepada organisasi atau perusahaan tempat dia beraktivitas.

B. Permasalahan
Manusia dalam dimensinya sebagai motor dalam sebuah organisasi mempunyai peran yang sangat signifikan. Dengan demikian seberapa besar pengaruh dimensi manusia  terhadap efektivitas organisasi tersebut.

C.  Tujuan Penulisan
Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh dimensi manusia terhadap efektivitas organisasi tersebut.

D. Sistematika
Makalah ini disusun dengan sistematika sebagai berikut: A. Pendahuluan, B. Permasalahan, c. Tujuan Penulisan, D. Sistematika, E. Dimensi Manusia, F. Efektivitas, G. Perilaku, H. Perilaku Individu yang mendukung Efektivitas Organisasi, I. Kesimpulan

E. Dimensi Manusia
Schein mengidentifikasikan empat tipe asumsi menejemen terhadapa karyawannya:
  1. Manusia Rasional-Ekonomis : Asumsi model ini adalah bahwa orang mengevaluasi pelbagai tindakan dan memilih yang potensial memberikan manfaat maksimal.
  2. Manusia Sosial : Karyawan termotivasi pada kebutuhan sosial melalui hubungan dengan orang lain.
  3. Manusia yang mengaktualkan diri : Manusia memotivasi dan mengontrol diri untuk mendorong mereka bekerja.
  4. Manusia Kompleks : Manusia bersifat kompleks dan selalu berubah. Karyawan bisa saja mengadopsi motif baru berkat pengalaman mereka.
Dengan demikian bahwa manusia dapat digolongkan ke dalam berbagai asumsi sesuai dengan kebutuhan manusia itu sendiri. Bagi para ahli yang mendukung teori-teori tentang manusia dan peranannya dalam setiap kegitan keorganisasian ataupun kegitan bekerja lainnya, bahwa manusia selalu berada dalam tahapan-tahapan untuk mencari tempat yang sesuai dengan motivasi dan kebutuhannya sendiri.

F. EFEKTIVITAS
Keefektifan adalah penilaian yang dibuat secara individu sehubungan dengan prestasi individu, kelopok, dan organisasi. Makin tinggi prestasi terhadap prestasi yang diharapkan, maka makin lebih efektif kita menilai mereka.
Keefektifan terdiri dari tiga perspektif:
  1. Keefektifan individual ; Perspektif ini menekankan pelaksanaan tugas dari pekerja atau organisasi.
  2. Keefektifan kelompok ; Perspektif ini adalah jumlah sumbangan dari anggotanya.
  3. Keefektifan organisasi; Perspektif keefektifan organisasi adalah keefektifan individu dan kelompok.
Hubungan ketiga keefektifan tersebut bahwa keefektifan kelompok tergantung pada keefektifan individu, dan keefektifan organisasi tergantung pada keefektifan kelompok.
Kriteria keefektifan meliputi:
  1. Produksi
  2. Efisiensi
  3. Kepuasan
  4. Keadaptasian
  5. Pengembangan
G. PERILAKU
Perilaku organisasi adalah penelaahan tentang individu dan kelompok dalam organisasi. Sebuah organisasi juga mempunyai perilaku yang sama dengan perilaku manusia.
Perilaku berhubungan dengan kepribadian dan sikap. Perilaku yang baik akan menentukan keprbadian dan sikap yang baik pula. Perilaku individu adalah perilaku yang dimiliki oleh setiap orang. Perilaku seseorang dengan orang lain berbeda – beda. Perbedaan ini menentukan keunikan individu tersebut, sehingga juga berpengaruh pada keunikan yang terdapat dalam organisasi. Seorang manajer harus paham betul akan keunikan para pegawainya.
Dalam aliran perilaku memandang bahwa organisasi terdiri dari tugas – tugas dan manusia. Adanya peranan anggota dalam kelompok sebagai faktor yang menentukan terbentuknya perilaku organisasi. Kebiasaan dan norma kelompok membentuk perilaku dan mempengaruhi tingkat produktivitasnya.

H.  PERILAKU INDIVIDU YANG MENDUKUNG EFEKTIVITAS ORGANISASI
Perilaku individu akan memotivasi seseorang untuk memenuhi tingkaat kebutuhan individu yang tertinggi, yaitu kebutuhan akan perwujudan diri. Kebutuhan ini untuk memenuhi kebutuhan diri sendiri dengan memaksimumkan pemanfaatan kemampuan, keahlian, dan potensi seseorang secara penuh. Akan tetapi, sebuah organisasi tidak dapat melepaskan begitu saja dari kebutuhan dasar manusia.
Proses untuk memenuhi kebutuhan perwujudan diri dilakukan dengan mengefektifkan kinerja sehingga tercapai sebuah prestasi yang tinggi.
Apabila seorang karyawan dapat memotivasi dirinya untuk memaksimalkan potensi tersebut dan merancang strategi untuk mencapai efektivitas kinerja secara pribadi, tentunya dia akan mengefektivitaskan kelompok dan mengarah kepada efektivitas organisasi.
Sebuah organisasi besar yang dapat dikatakan sukses dalam menjalankan sebuah proses produksi dan jasa, tentunya tidak lepas dari kepiawaian dari manajer atau pimpinan puncak yang mendesain organisasi tersebut ke arah sebuah keefektifan kinerja denga mempertimbangkan unsur – unsur dan potensi- potensi yang dimiliki oleh individu – individu tersebut.

I.  KESIMPULAN
Manusia dimanapun selalu mendapat kedudukan tertinggi di setiap lini kehidupannya. Demikian pula dalam keorganisasian dan bekerja. Oleh karena itu, manuisa selalu menjadi motor penggerak dalam setiap usaha pemenuhan kebutuhan baik yang sangat dasar sampai pada tingkat tertinggi yaitu aktualisasi diri. Dalam kaitannya dengan peran manusia dalam bekerja dan berkumpul dengan orang lain, manusia membutuhkan efektivitas dalam kinerjanya dengan mengedepankan perilakunya dalam organisasi tersebut.
Maka dapat dikatakan bahwa manusia yang efektif adalah manusia yang memberikan kontribusi keefektifan dalam organisasinya.
Panduan Organisasi: Pengaruh Prilaku Individu Terhadap Efektifitas Organisasi
Ditulis dan dikirimkan oleh : Nurani Ike Budiatmawati, S.Pd

Unsur, Senyawa, dan Campuran



Dalam Ilmu pengetahuan Fisika dijelaskan bahwa "Unsur adalah zat murni yang dapat diuraikan lagi menjadi zat lain yang lebih sederhana dengan reaksi kimia biasa. Penulisan lambang unsur mengikuti aturan sebagai berikut:
    Unsur Senyawa
  1. Lambang unsur diambil dari singkatan nama unsur. Beberapa lambang unsur berasal dari bahasa Latin atau Yunani nama unsur tersebut. Misalnya Fe dari kata ferrum (bahasa latin) sebagai lambang unsur besi.
  2. Lambang unsur ditulis dengan satu huruf kapital.
  3. Untuk Unsur yang dilambangkan dengan lebih dengan satu huruf, huruf pertama lambang ditulis dengan huruf kapital dan huruf kedua/ketiga ditulis dengan huruf kecil.
  4. Unsur-unsur yang memiliki nama dengan huruf pertama sama maka huruf pertama lambang unsur diambil dari huruf pertama nama unsur dan huruf kedua diambil dari huruf lain yang terdapat pada nama unsur tersebut. Misalnya, Ra untuk radium dan Rn untuk radon.
Pada suhu kamar (25 C) unsur dapat berwujud Padat, Cair,dan Gas, secara umum unsur terbagi menjadi dua kelompok yaitu:
  • Unsur Logam: umumnya unsur logam diberi nama akhiran ium. Umumnya logam ini memiliki titik didih tinggi, mengilap, dapat dibengkokan  , dan dapt menghantarkan panas atau arus listrik.
  • Unsur Non Logam: umumnya memiliki titik didih rendah, tidak mengkilap,kadang-kadang rapuh tak dapat dibengkokkan dan sukar menghantarkan panas atau arus listrik.
Unsur Senyawa 

Senyawa adalah zat yang terbentuk dari penggabungan unsur-unsur dengan pembagian tertentu. Senyawa dihasilkan dari reaksi kimia antara dua unsur atau lebih melalui reaksi pembentukan. Misalnya, karat besi (hematit) berupa Fe2O3 dihasilkan oleh reaksi besi (Fe) dengan oksigen (O). Senyawa dapat diuraikan menjadi unsur-unsur pembentuknya melalui reaksi penguraian.
Senyawa mempunyai sifat yang berbeda dengan unsur-unsur pembentuknya. Senyawa hanya dapt diuraikan menjadi unsur-unsur pembentuknya melalui reaksi kimia. Pada kondisi yang sama, senyawa dapat memiliki wujud berbeda dengan unsur-unsur pembentuknya. Sifat fisika dan kimia senyawa berbeda dengan unsur-unsur pembentuknya. Misalnya reaksi antara gas hidrogen dan gas oksigen membentuk senyawa air yang berwujud cair.
Campuran adalah gabungan dari dua zat atau lebih yang hasil penggabungan nya masih mempunyai sifat yang sama dengan zat aslinya. Misalnya, campuran antara air dan gula menghasilkan cairan yang berasa manis.
Campuran dapat berupa gabungan unsur, senyawa, atau keduanya. Campuran Homogen memiliki komposisi maupun wujud yang seragam. Misalnya air gula dan santan. Sebaliknya campuran heterogen memiliki komposisi yang tidak seragam. Misalnya, campuran antara air dan pasir. Campuran dapat dipisahikan menjadi zat-zat penyusun berdasarkan perbedaan sifat zat-zat penyusunnya, misalnya dengan penyaringan.
Penulisan unsur dipermudah dengan adanya lambang unsur. Bagaimana mempermudah penulisan susunan senyawa? Caranya dengan menggunakan rumus kimia, yaitu gabungan lambang unsur sesuai unsur yang menyusun senyawa. Misalnya, lambang unsur natrium adalah Na dan lambang unsur klorin adalah Cl. Jika natrium direaksikan dengan klorin akan menghasilkan senyawa natrium klorida dengan rumus kimia NaCl. Nama umum NaCl ialah garam dapur.

Benua Antartika dan Keadaan Alamnya



AntarticaDi dunia ini memiliki 6 Benua secara keseluruhan, yaitu Benua Asia, Amerika, Eropa, Afrika, Australia dan Benua Antartika alias Kutub Selatan. Keenam benua tersebut memiliki batas wilayah / perbatasan antar benua, untuk mengetahui lebih lanjut perbatasan benua silahkan baca : Nama-Nama Benua di Dunia dan Perbatasannya.
Daerah Kutub Selatan merupakan benua yang dikenal sebagai Benua Antartika. Benua Antartika merupakan dataran tinggi yang yang berupa gumpalan es atau gunung es dengan ketebalan rata-rata 2.200 m. Disekitar Benua Antartika tersebar ribuan pulau.



1. Letak Dan Batas-Batas Benua Antartika
Letak Benua Antartika  : 66,5 – 90 LS
Letak Benua Antartika : 15.540.000 km/segi
Benua Antartika dibatasi oleh Samudra Atlantik, Samudra Hindia dan Samudra Pasifik.
Antartica

2. Keadaan Alam
a.Gunung

Gunung-gunung yang ada dibenua Antartika antara lain Vinson Massif (5.140m), Gunung Kirkpatrick (4.528 m), Gunung Markham (4.350 m), Gunung Erebus (3.795 m) dan Gunung Jacksen (4.189 m). Gunung-gunung tersebut diselimuti salju sehingga dari puncak gunung sering terjadi gumpalan es mencair dan bergerak ketempat yang lebih rendah. Gumpalan es yang bergerak disebut Gletser.
b. Flora Dan Fauna
Flora yang ada di Benua Antartika hanya berupa lumut didaerah pesisir. Fauna yang hidup diwilayah ini antara lain, Anjing Laut, Pinguin dan Albratas.
c. Iklim
Iklim didaerah ini adalah iklim kutub. Suhu daratan Antartika lebih dingin dari Kutub Utara. Hal ini terjadi karena sebagian besar Benua Antartika terdiri dari gunung-gunung tinggi. Suhu di Benua Antartika terendah mencapai -89 C dan suhu rata-ratanya sekitar -37 C.
3. Penduduk
Sampai saat ini tidak ada penduduk yang menetap di Benua Antartika. Manusia hanya datang untuk tujuan-tujuan tertentu seperti penelitian, penjelajahan, wisata dan berburu binatang kutub.

Kamis, 18 Oktober 2012

PENGERTIAN BELAJAR BERMAKNA

Apa yang dimaksud dengan belajar bermakna?
Belajar bermakna (meaningful learning) yang digagas David P. Ausubel adalah suatu proses pembelajaran dimana siswa lebih mudah memahami dan mempelajari, karena guru mampu dalam memberi kemudahan bagi siswanya sehingga mereka dengan mudah mengaitkan pengalaman atau pengetahuan yang sudah ada dalam pikirannya. Sehingga belajar dengan “membeo” atau belajar hafalan (rote learning) adalah tidak bermakna (meaningless) bagi siswa. Belajar hafalan terjadi karena siswa tidak mampu mengaitkan pengetahuan baru dengan pengetahuan yang lama.

Faktor-faktor utama yang mempengaruhi belajar bermakna menurut Ausubel adalah struktur kognitif yang ada, stabilitas dan kejelasan pengetahuan dalam suatu bidang studi tertentu dan pada waktu tertentu. Seseorang belajar dengan mengasosiasikan fenomena baru ke dalam skema yang telah ia punya. Dalam prosesnya siswa mengkonstruksi apa yang ia pelajari dan ditekankan pelajar mengasosiasikan pengalaman, fenomena, dan fakta-fakta baru ke dalam system pengertian yang telah dipunyainya.

Ausubel berpendapat bahwa guru harus dapat mengembangkan potensi kognitif siswa melalui proses belajar bermakna. Mereka yang berada pada tingkat pendidikan dasar, akan lebih bermanfaat jika siswa diajak beraktifitas, dilibatkan langsung dalam kegiatan pembelajaran. Sedangkan pada tingkat pendidikan yang lebih tinggi, akan lebih efektif jika menggunakan penjelasan, peta konsep, demonstrasi, diagram dan ilustrasi.
Empat tipe belajar menurut Ausubel, yaitu:
  1. Belajar dengan penemuan yang bermakna, yaitu mengaitkan pengetahuan yang telah dimilikinya dengan materi pelajaran yang dipelajarinya atau siswa menemukan pengetahuannya dari apa yang ia pelajari kemudian pengetahuan baru itu ia kaitkan dengan pengetahuan yang sudah ada.
  2. Belajar dengan penemuan yang tidak bermakna, yaitu pelajaran yang dipelajari ditemukan sendiri oleh siswa tanpa mengaitkan pengetahuan yang telah dimilikinya, kemudian dia hafalkan.
  3. Belajar menerima (ekspositori) yang bermakna, materi pelajaran yang telah tersusun secara logis disampaikan kepada siswa sampai bentuk akhir, kemudian pengetahuan yang baru itu dikaitkan dengan pengetahuan yang ia miliki.
  4. Belajar menerima (ekspositori) yang tidak bermakna, yaitu materi pelajaran yang telah tersusun secara logis disampaikan kepada siswa sampai bentuk akhir, kemudian pengetahuan yang baru itu dihafalkan tanpa mengaitkannya dengan pengetahuan yang ia miliki.
 Prasyarat agar belajar menerima menjadi bermakna menurut Ausubel, yaitu:
  1. Belajar menerima yang bermakna hanya akan terjadi apabila siswa memiliki strategi belajar bermakna,
  2. Tugas-tugas belajar yang diberikan kepada siswa harus sesuai dengan pengetahuan yang telah dimiliki siswa,
  3. Tugas-tugas belajar yang diberikan harus sesuai dengan tahap perkembangan intelektual siswa.

Jadi belajar bermakna (meaningful learning) itu sendiri dapat diartikan sebagai suatu proses dikaitkannya informasi baru pada konsep-konsep relevan yang terdapat dalam struktur kognitif seseorang. Kebermaknaan belajar sebagai hasil dari peristiwa mengajar ditandai oleh terjadinya hubungan antara aspek-aspek, konsep-konsep, informasi atau situasi baru dengan komponen-komponen yang relevan di dalam struktur kognitif siswa. Proses belajar tidak sekedar menghafal konsep-konsep atau fakta-fakta belaka, tetapi merupakan kegiatan menghubungkan konsep-konsep untuk menghasilkan pemahaman yang utuh, sehingga konsep yang dipelajari akan dipahami secara baik dan tidak mudah dilupakan. Dengan demikian, agar terjadi belajar bermakna maka guru harus selalu berusaha mengetahui dan menggali konsep-konsep yang telah dimiliki siswa dan membantu memadukannya secara harmonis konsep-konsep tersebut dengan pengetahuan baru yang akan diajarkan.

Dengan kata lain, belajar akan lebih bermakna jika anak mengalami langsung apa yang dipelajarinya dengan mengaktifkan lebih banyak indera daripada hanya mendengarkan orang/guru menjelaskan. Pembelajaran itu sendiri pada hakekatnya adalah suatu proses interaksi antar anak dengan anak, anak dengan sumber belajar dan anak dengan pendidik. Kegiatan pembelajaran ini akan menjadi bermakna bagi anak jika dilakukan dalam lingkungan yang nyaman dan memberikan rasa aman bagi anak. Proses belajar bersifat individual dan kontekstual, artinya proses belajar terjadi dalam diri individu sesuai dengan perkembangannya dan lingkungannya.

Dua Planet Super Bumi di CoRoT-7


Sejumlah pengukuran, perhitungan dan penelitian panjang dilakukan pertama kalinya oleh HARPS untuk bisa mendapatkan hasil dan data maksimal dari exoplanet terkecil dan tercepat yang pernah ditemukan, CoRoT-7b. Hasilnya? Exoplanet ini diketahui merupakan planet super Bumi di Tata Surya asing.
Penemuan exoplanet dalam perburuan planet memang tak pernah sama. Selalu ada yang unik dan menarik dari setiap planet yang ditemukan. Hal yang sama kembali dirasakan Didier Queloz, salah sa
tu pemburu exoplanet. Baginya sains benar-benar menegangkan sekaligus luar biasa. Segalanya mereka lakukan untuk dapat mempelajari objek yang ditemukan satelit CoRoT dan hasilnya, sebuah sistem unik lainnya.

Exoplanet CoRoT-7b dan saudaranya CoRoT-7c yang tampak di kejauhan. Kredit: ESO
Bagaimana ceritanya?
Bulan Februari 2009, penemuan exoplanet terkecil pada bintang yang tak kalah luar biasa juga yang dinamai TYC 4799-1733-1 oleh satelit CoRoT diumumkan setelah satu tahun pendeteksian dan setelah beberapa bulan pengukuran dengam menggunakan berbagai teleskop di Bumi termasuk teleskop-teleskop ESO. Bintang yang sekarang dikenal sebagai CoRoT-7 berada di konstelasi Monoceros atau Unicorn pada jarak 500 tahun cahaya. Sedikit lebih kecil dan lebih dingin dibanding Matahari. Selain itu CoRoT-7 juga masih sangat muda, berusia sekitar 1,5 milyar tahun.
Exoplanet ini menggerhanai fraksi kecil cahaya bintangnya setiap 20.4 jam. Planet yang dinamai CoRoT-7b ini berada hanya 2,5 juta km dari bintang induknya atau 23 kali lebih dekat dari Merkurius ke Matahari, dengan radius 80% lebih bedar dari Bumi.
Pengukuran awal yang dilakukan sebenarnya tidak bisa menunjukan massa dari exoplanet ini. Untuk bisa mengetahui massanya dibutuhkan pengukuran yang sangat presisi dari kecepatan bintang yang ditarik oleh sejumlah kecil sentakan gravitasi dari exoplanet yang mengorbit. Masalahnya, sinyal CoRoT-7b ini sangat kecil dan dikaburkan oleh aktivitas bintang dalam bentuk bintik bintang. Bintik bintang meruoakan area yang lebih dingin pada permukaan bintang. Karena itu, sinyal utama akan terhubung pada rotasi bintang yag menyelesaikan revolusinya dalam 23 hari.
Untuk bisa medapatkan jawabannya, para astonom pun memilih untuk menggunkan alat pemburu exoplanet terbaik yang ada saat ini, yakni, spektograf the High Accuracy Radial velocity Planet Searcher (HARPS) yang dipasang pada teleskop 3.6 meter milik ESO di Observatorium La Silla, Chile.

Bahkan menurut François Bouchy, meskipun HARPS bisa dipastikan tidak terkalahkan, tapi untuk bisa mendeteksi exoplanet yang demikian mungil tetap ada tuntutan yang harus dipenuhi. Dan para astronom ini membutuhkan waktu selama 70 jam untuk mengamati bintang CoRoT-7 dan perubahan yang terjadi padanya.
Hasil pengamatan dengan HARPS menunjukkan kalau CoRoT-7b memiliki massa sekitar 5 kali massa Bumi, dan menempatkan planet ini sebagai planet pasangan yang sangat jarang seklaigus paling ringan yang pernah ditemukan. Dan karena sudah diketahui massa dan radiusnya, maka kerapatan pun berhasil didapatkan. Ini penting karena bisa memberi petunjuk tentang struktur internal planet tersebut.

Dengan massa yang mendekati massa Bumi maka, CoRoT-7b ini digolongkan sebagai exoplanet super Bumi. Memag ada sejumlah planet super-Bumi yang dideteksi, namun untuk pertama kalinya kerapatan planet berhasil ditentukan khususnya untuk planet semungil CoRoT-7b ini. Perhitungan yang dilakukan menunjukkan kerapatannya tak berbeda jauh dari Bumi, dngan demikian bisa disimpulkan komposisinya pun sama yakni planet Batuan.
CoRoT-7b juga mendapatkan penghormatan lain berupa exoplanet terdekat dengan bintang induknya di antara sistem yang sudah kita ketahui saat ini. Tak hanya itu, ia juga menjadi planet tercepat yang mengorbit bintangnya dengan kecepatan 750 000 km/jam, atau lebih dari 7 kali lebih cepat dari gerak Bumi mengelilingi Matahari.

Seperti apakah kondisi di exoplanet CoRoT-7b ?
Exoplanet yang demikian dekat dengan bintangnya ini, tentunya panas sekali. Bahkan bisa dikatakan exoplanet ini akan tampak seperti neraka dengan temperatur pada “area siang” di atas 2000 derajat Celcius dan minus 200 derajat Celcius untuk wajah malamnya. Model teoretik menunjukkan kalau planet ini memiliki lava atau lautan mendidih di permukaannya. Nah, dengan kondisi yang sedemikian ekstrim tentu bisa disimpulkan kalau kehidupan tak akan bisa berkembang disana.
Data yang didapatkan dari pengamatan dengan HARPS menunjukkan kalau bintang CoRoT-7 masih memiliki exoplanet lainnya yang berada sedkit lebih jauh dari CoRoT-7b. Dikenal sebagai CoRoT-7c, ia mengelilingi bintangnya dalam 3 hari 17 jam dan memiliki massa 8 kali massa Bumi. Dan exoplanet ini pun digolongkan sebagai planet super Bumi.

Sayangnya, tidak seperti saudaranya, CoRoT-7c tidak melewati bagian depan bintang yang terlihat dari Bumi sehingga para astronom masih belum bisa mengukur radius dan kerapatannya.
CoRoT-7 saat ini merupakan bintang pertama yang memiliki sistem keplanetan dengan 2 planet super Bumi yang salah satunya melakukan transit pada sang bintang.

 http://kumpul4ntul1s4n.wordpress.com/2011/05/05/dua-planet-super-bumi-di-corot-7/

Tiga Planet Mirip Bumi


Washington – Tiga planet mirip bumi tetapi dengan massa yang lebih besar telah ditemukan, ketiganya mengorbit pada bintang di dekatnya. selain itu tim peneliti ini menyatakan juga menemukan dua tata surya lain.
Tim eropa tersebut mengatakan, temuan ini menunjukkan bahwa planet mirip bumi mungkin saja sangat banyak di jagat raya ini. “akankah itu berarti tiap bintang pasti dikelilingi planet-planet?” kita belum bisa menjawab pertanyaan itu sekarang jelas Michel Mayor dari Geneva Observatory di Swiss.
Ketiga plane
t mirip bumi ini mengorbit pada sebuah bintang yang sedikit lebih kecil daripada matahari. letak bintang itu sekitar 42 tahun cahaya di sebelah selatan konstelasi Doradus dan Pictor. 1 tahun cahaya sendiri sekitar 9.460.800.000.000 km perlu kendaraan super cepat agar bisa sampe kesana.

Planet-planet ini ukurannya lebih besar daripada bumi, planet pertama ukurannya 4,2 kali bumi, yang kedua 6,7 kali bumi dan yang ketiga 9,4 kali bumi. kecepatan mengorbit mereka luar biasa. yang paling cepat mengorbit dalam 4 hari saja, yang ke dua dalam waktu 10 hari dan yang paling lambat adalah 20 hari. bandingkan dengan bumi yang mengorbit matahari dalam waktu 365 hari.
Sumber :http://kumpul4ntul1s4n.wordpress.com/2011/05/05/tiga-planet-mirip-bumi/

Mengurai Misteri dan Potensi Planet Super Bumi

Era tahun 1995 menjadi tonggak dimulainya pencarian planet baru di luar Tata Surya saat sebuah planet ditemukan di bintang 51 Pegasi, bintang yang mirip Matahari. Jauh sebelum itu memang telah ditemukan planet yang mengelilingi Pulsar, namun keberadaan planet lain di sekitar bintang serupa Matahari menjadi awal perburuan planet-planet di luar Tata Surya. Sejak saat itu, sudah 342 planet yang ditemukan.
Saat perburuan dimulai, planet-planet yang ditemukan hanyalah planet gas masif yang mirip Jupiter. Namun, perkembangan teknik
pengamatan masa kini telah membawa manusia pada perburuan planet serupa Bumi yang lebih kecil. Planet batuan serupa Bumi di luar Tata Surya bukan lagi sebuah mimpi yang menanti untuk disingkap, karena saat ini satu per satu planet seperti itu berhasil ditemukan dan dikenal dengan nama Super Bumi.

Planet Super Bumi merupakan planet yang massanya sekitar 10 kali massa Bumi, karena jika lebih, si planet akan cenderung menjadi planet gas seperti Uranus dan Neptunus. Tak seperti planet gas raksasa, ukuran Super Bumi cukup kecil untuk memiliki permukaan tanah maupun lautan yang memungkinkan untuk mendukung kehidupan. Sampai saat ini, planet Super Bumi yang ditemukan masih belum bisa menjadi tempat liburan alias belum bisa mendukung kehidupan untuk ada di dalamnya. Pencarian masih terus dilakukan, dan tak bisa dipungkiri, suatu saat nanti mungkin saja kita akan menemukan sebuah planet yang memiliki komposisi kimia yang tepat dan jarak yang pas dari bintang induk untuk dapat mendukung berlangsungnya kehidupan di dalam planet tersebut.

Bagaimanakah kehidupan di planet Super Bumi?

Yang pertama, massa planet Super Bumi memang 10 kali massa Bumi. Namun, tak berarti ia akan memiliki diameter 10 kali lebih besar dari Bumi. Hubungan tak linier antara massa dan ukuran planet membuat planet Super Bumi akan memiliki ukuran lebih kecil. Dan jika kita bisa mengunjungi planet Super Bumi, maka kita akan merasa lebih berat. Kok bisa? Ternyata, ini dipengaruhi gravitasi planet Super Bumi yang lebih besar. Selain itu, planet Super Bumi juga memiliki atmosfer yang lebih tebal dan rapat.

Dengan mengesampingkan berbagai perbedaan, pada kondisi yang tepat Planet Super Bumi akan dapat melabuhkan kehidupan di dalamnya. Yang pasti bukan kehidupan seperti misalnya permainya pohon kelapa di pantai atau mungkin kehidupan seperti manusia. Namun, resep yang pas tersebut akan memberi kesempatan pada kehidupan untuk tumbuh dan berkembang, apa pun bentuknya.
Dan, ketika planet Super Bumi semakin banyak ditemukan, kesempatan untuk menemukan planet serupa Bumi hanya tinggal menunggu hitungan waktu.

Planet Kebumian atau Bukan ?
Ilustrasi exoplanet kebumian saat melintasi bintang induk disertai kurva cahayanya. Kredit : NASA
Bagaimanakah para peneliti bisa mengetahui sebuah planet memiliki permukaan batuan seperti Bumi dan Mars? Bagaimana mereka membedakannya dari planet gas raksasa seperti Saturnus dan Neptunus?
Jawabannya, ketika sebuah planet melintas atau transit di depan bintang induknya, ia akan menghalangi sejumlah cahaya dari bintang. Pada saat itu, bintang akan sedikit meredup.

Ketika sebuah planet gas raksasa melintas, cahaya bintang induk akan berangsur-angsur meredup. Peredupan cahaya bintang terjadi saat cahaya bintang harus melewati lapisan gas tebal di atmosfer sampai seluruh planet berada di depan si bintang. Namun, untuk planet kebumian, atmosfernya lebih tipis sehingga proses meredupnya cahaya bintang terjadi lebih cepat saat planet bergerak melintasi bintang induk.

Pada saat planet melintasi bintang, cahaya bintang yang melewati atmosfer si planet akan dapat ditelaah oleh para peneliti untuk mengetahui keberadaan komponen kimia yang bisa menjadi petunjuk kehidupan di planet tersebut.

Sumber : Planet Quest NASA