Suhartiniblog
TUT WURI HANDAYANI ING NGARSO SUN TULODO

Sang guru dalam workshop slide 1

kenangan workshop guru mukomuko yg bikin haru

Senyuman manis dari sang guru 2

Inilah kegiatan sang guru dalam yang selalu akrab terhadap anak didik

sang guru 3

Ini salah satu kegiatan dalam kebersamaan sang guru menuju profesional

sang guru 4

kegiatan seperti workshop atau pelatihan memang sangat penting bagi sang guru.

Sang guru 5

kegiatan seperti workshop dilakukan oleh sang guru di mukomuko.

Sang guru 6

kegiatan photo bersama dalam keakraban sang guru.

Sang guru 7

kegiatan photo bersama sebagai kenangan.

sang guru 8

Ini juga bagian kebersamaan dari sang guru.

Selasa, 30 Juli 2013

Hj. Siti Asyiah S.Pd SDN 02 Airmajunto

Hj. Siti Asyiah S.Pd SDN 02 Airmajunto
 Alhamdulillah dengan adanya seminar saya lebih memahami PTK, saya senang sekali dengan adanya pelatihan ini puas dan bangga...



Ini dia sebagian guru guru menakjubkan itu... :)

Melti Antes, S.Pd SMPN 25 Muko Muko
Tujuan saya mengikuti PTK ini untuk mengetahui memahami dan dapat menyusun PTK dengan baik dan benar, setelah selama dua hari saya mengikuti pelatihan PTK ini Alhamdulillah ternyata membuat PTK itu Gampang dan menyenangkan!!!

Nofalisa SMPN 10 Muko Muko
Pelatihan PTK ini sangat bagus sekali sebab banyak ilmu yang saya dapat dari yang semula tidak tahu sama sekali, bisa menjadi tahu gambaran cara menulis PTK





SUMBER

Sri Lestari, S.Pd, SMAN 3 Muko Muko

Sri Lestari, S.Pd, SMAN 3 Muko Muko

Antusias mendengarkan penjelasan cara bermain kwartet
untuk media pembelajaran di kelas
Saya mulai memahami PTK, dan termotivasi untuk menulis, yang paling berkesan saat ibu mempraktikan berbagai metode pembelajaran. Dimasa yang akan datang saya berharap workshop ini dapat dilaksanakan dalam kelompok yang lebih kecil 30 - 40 orang saja (yang usul seperti ini ada beberapa hehe... )

Nurmaliza SD 14 Penarik
Alhamdulillah setelah mengikuti workshop ini, memberi motivasi untuks aya untuk melakukan PTK dengan menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi, kalau mengikuti langkah demi langkah ternyata membuat PTK itu GAMPANG!!...



SUMBER

Selasa, 18 Juni 2013

Guru guru Kab. Muko Muko Bengkulu, bikin haru... :)

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi2Ogq5fy_JLJPj86l0Hq1fNSAiXJq8CcoCO-PX6SgAVvVeq8wn5mquuaeMXc0YmryfEsb-Pko6SvdbyT0HiBi0HguHyb-bOiNej2ANVhKr3XQZrj3UMwTw6NrywLAFt63WVHjGm_uDz4c/s1600/foto+blog+ptk+itu+gampang3.jpg 
Kesan yang selalu saya (Ameliasari Kesuma )  bawa saat bertemu guru guru di pelosok negeri tercinta ini adalah haru dan merinding melihat perjuangan guru guru untuk memotivasi anak anak bangsa ini masuk sekolah dan belajar, banyak keterbatasan dan kendala yang dihadapi, perhatian pemerintah daerah yang besar namun tidak dibarengi dengan fasilitas sarana dan prasarana yang ada, atau pengetahuan orang tua wali siswa yang kurang menyadari pentingnya pendidikan.

Pelangi Nada di Konser Peduli Musik Anak

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhF9A3FTG0NIAMz_V-paqdYCwGw8POds5xdMSf8rXsOjs_InKZmdca9D65K2pz5_cX5JMKfPz6PVw5Yk2BWiQ4OqxR0gSx49lY5ZyHcebdLYBUHw-ZLFS8M3KfwrZVHU3vyurCPIuAKca0/s1600/blog2.jpg
Disini memang bannyak sekali kenangna dari ibu Amelia kesumasari, yang banyak menciptakan kemampuan sumber daya manusia dalam membimbing menuju sang guru menjadi lebih profesional. saya sendiri sangat bersyukur karena kehadiran ibu amelia ini sangat membantu kami semua dari para guru dalam penyusunan PTK, ternyata menyusun PTK itu gampang. dan itulah sebutan yang sering disampaikan ibu Ameliasari yang murah dengan senyumannya
terima kasih ibu Amelia...

Sabtu, 20 Oktober 2012

Pengaruh Prilaku Individu Terhadap Efektifitas Organisasi



A. Pendahuluan
Kerjasama OrganisasiManusia sebagai makhluk berakal merupakan makhluk yang mendapat kedudukan tertinggi. Oleh karena itu, manusia selalu menjadi motor penggerak dalam setiap kegiatan yang ada, baik itu kegiatan untuk manusia itu sendiri sebagai individu maupun manusia sebagai makhluk sosial, bahkan pada hakikat tertinggi adalah menyadari manusia sebagai makhluk Tuhan.
Dalam ilmu manajemen disebutkan bahwa manusia termasuk ke dalam salah satu aset sumber daya, yaitu sumber daya manusia. Sumber daya manusia memberikan cetusan kreatif di setiap organisasi. Kreativitas manusia itulah yang nantinya akan membawa dampak pada kemajuan atau kemunduran dari organisasi dilihat dari bagaimana manusia sebagai sumber daya tersebut mengolahnya.


Orang-orang merancang dan menghasilkan barang-barang dan jasa-jasa, mengendalikan mutu, memasarkan produk-produk, mengalokasikan sumberdaya finansial, dan menetapkan keseluruhan strategi dan tujuan organisasi. Tanpa orang-orang yang efektif nampaknya sangat sulit bagi organisasi tersebut meraih tujuan-tujuannya. Tidak satupun sumberdaya yang mempunyai pengaruh yang sangat kuat terhadap organisasi selain sumber daya manusia.
Sebagai salah satu sumber daya, manusia yang notebene mempunyai perilaku, akan mempengaruhi perilaku dalam organisasi tersebut. Perilaku manusia tersebut tak lepas dari bagaimana manusia tersebut mengatur dirinya sendiri sehingga dapat memberikan kontribusi kepada organisasi atau perusahaan tempat dia beraktivitas.

B. Permasalahan
Manusia dalam dimensinya sebagai motor dalam sebuah organisasi mempunyai peran yang sangat signifikan. Dengan demikian seberapa besar pengaruh dimensi manusia  terhadap efektivitas organisasi tersebut.

C.  Tujuan Penulisan
Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh dimensi manusia terhadap efektivitas organisasi tersebut.

D. Sistematika
Makalah ini disusun dengan sistematika sebagai berikut: A. Pendahuluan, B. Permasalahan, c. Tujuan Penulisan, D. Sistematika, E. Dimensi Manusia, F. Efektivitas, G. Perilaku, H. Perilaku Individu yang mendukung Efektivitas Organisasi, I. Kesimpulan

E. Dimensi Manusia
Schein mengidentifikasikan empat tipe asumsi menejemen terhadapa karyawannya:
  1. Manusia Rasional-Ekonomis : Asumsi model ini adalah bahwa orang mengevaluasi pelbagai tindakan dan memilih yang potensial memberikan manfaat maksimal.
  2. Manusia Sosial : Karyawan termotivasi pada kebutuhan sosial melalui hubungan dengan orang lain.
  3. Manusia yang mengaktualkan diri : Manusia memotivasi dan mengontrol diri untuk mendorong mereka bekerja.
  4. Manusia Kompleks : Manusia bersifat kompleks dan selalu berubah. Karyawan bisa saja mengadopsi motif baru berkat pengalaman mereka.
Dengan demikian bahwa manusia dapat digolongkan ke dalam berbagai asumsi sesuai dengan kebutuhan manusia itu sendiri. Bagi para ahli yang mendukung teori-teori tentang manusia dan peranannya dalam setiap kegitan keorganisasian ataupun kegitan bekerja lainnya, bahwa manusia selalu berada dalam tahapan-tahapan untuk mencari tempat yang sesuai dengan motivasi dan kebutuhannya sendiri.

F. EFEKTIVITAS
Keefektifan adalah penilaian yang dibuat secara individu sehubungan dengan prestasi individu, kelopok, dan organisasi. Makin tinggi prestasi terhadap prestasi yang diharapkan, maka makin lebih efektif kita menilai mereka.
Keefektifan terdiri dari tiga perspektif:
  1. Keefektifan individual ; Perspektif ini menekankan pelaksanaan tugas dari pekerja atau organisasi.
  2. Keefektifan kelompok ; Perspektif ini adalah jumlah sumbangan dari anggotanya.
  3. Keefektifan organisasi; Perspektif keefektifan organisasi adalah keefektifan individu dan kelompok.
Hubungan ketiga keefektifan tersebut bahwa keefektifan kelompok tergantung pada keefektifan individu, dan keefektifan organisasi tergantung pada keefektifan kelompok.
Kriteria keefektifan meliputi:
  1. Produksi
  2. Efisiensi
  3. Kepuasan
  4. Keadaptasian
  5. Pengembangan
G. PERILAKU
Perilaku organisasi adalah penelaahan tentang individu dan kelompok dalam organisasi. Sebuah organisasi juga mempunyai perilaku yang sama dengan perilaku manusia.
Perilaku berhubungan dengan kepribadian dan sikap. Perilaku yang baik akan menentukan keprbadian dan sikap yang baik pula. Perilaku individu adalah perilaku yang dimiliki oleh setiap orang. Perilaku seseorang dengan orang lain berbeda – beda. Perbedaan ini menentukan keunikan individu tersebut, sehingga juga berpengaruh pada keunikan yang terdapat dalam organisasi. Seorang manajer harus paham betul akan keunikan para pegawainya.
Dalam aliran perilaku memandang bahwa organisasi terdiri dari tugas – tugas dan manusia. Adanya peranan anggota dalam kelompok sebagai faktor yang menentukan terbentuknya perilaku organisasi. Kebiasaan dan norma kelompok membentuk perilaku dan mempengaruhi tingkat produktivitasnya.

H.  PERILAKU INDIVIDU YANG MENDUKUNG EFEKTIVITAS ORGANISASI
Perilaku individu akan memotivasi seseorang untuk memenuhi tingkaat kebutuhan individu yang tertinggi, yaitu kebutuhan akan perwujudan diri. Kebutuhan ini untuk memenuhi kebutuhan diri sendiri dengan memaksimumkan pemanfaatan kemampuan, keahlian, dan potensi seseorang secara penuh. Akan tetapi, sebuah organisasi tidak dapat melepaskan begitu saja dari kebutuhan dasar manusia.
Proses untuk memenuhi kebutuhan perwujudan diri dilakukan dengan mengefektifkan kinerja sehingga tercapai sebuah prestasi yang tinggi.
Apabila seorang karyawan dapat memotivasi dirinya untuk memaksimalkan potensi tersebut dan merancang strategi untuk mencapai efektivitas kinerja secara pribadi, tentunya dia akan mengefektivitaskan kelompok dan mengarah kepada efektivitas organisasi.
Sebuah organisasi besar yang dapat dikatakan sukses dalam menjalankan sebuah proses produksi dan jasa, tentunya tidak lepas dari kepiawaian dari manajer atau pimpinan puncak yang mendesain organisasi tersebut ke arah sebuah keefektifan kinerja denga mempertimbangkan unsur – unsur dan potensi- potensi yang dimiliki oleh individu – individu tersebut.

I.  KESIMPULAN
Manusia dimanapun selalu mendapat kedudukan tertinggi di setiap lini kehidupannya. Demikian pula dalam keorganisasian dan bekerja. Oleh karena itu, manuisa selalu menjadi motor penggerak dalam setiap usaha pemenuhan kebutuhan baik yang sangat dasar sampai pada tingkat tertinggi yaitu aktualisasi diri. Dalam kaitannya dengan peran manusia dalam bekerja dan berkumpul dengan orang lain, manusia membutuhkan efektivitas dalam kinerjanya dengan mengedepankan perilakunya dalam organisasi tersebut.
Maka dapat dikatakan bahwa manusia yang efektif adalah manusia yang memberikan kontribusi keefektifan dalam organisasinya.
Panduan Organisasi: Pengaruh Prilaku Individu Terhadap Efektifitas Organisasi
Ditulis dan dikirimkan oleh : Nurani Ike Budiatmawati, S.Pd

Unsur, Senyawa, dan Campuran



Dalam Ilmu pengetahuan Fisika dijelaskan bahwa "Unsur adalah zat murni yang dapat diuraikan lagi menjadi zat lain yang lebih sederhana dengan reaksi kimia biasa. Penulisan lambang unsur mengikuti aturan sebagai berikut:
    Unsur Senyawa
  1. Lambang unsur diambil dari singkatan nama unsur. Beberapa lambang unsur berasal dari bahasa Latin atau Yunani nama unsur tersebut. Misalnya Fe dari kata ferrum (bahasa latin) sebagai lambang unsur besi.
  2. Lambang unsur ditulis dengan satu huruf kapital.
  3. Untuk Unsur yang dilambangkan dengan lebih dengan satu huruf, huruf pertama lambang ditulis dengan huruf kapital dan huruf kedua/ketiga ditulis dengan huruf kecil.
  4. Unsur-unsur yang memiliki nama dengan huruf pertama sama maka huruf pertama lambang unsur diambil dari huruf pertama nama unsur dan huruf kedua diambil dari huruf lain yang terdapat pada nama unsur tersebut. Misalnya, Ra untuk radium dan Rn untuk radon.
Pada suhu kamar (25 C) unsur dapat berwujud Padat, Cair,dan Gas, secara umum unsur terbagi menjadi dua kelompok yaitu:
  • Unsur Logam: umumnya unsur logam diberi nama akhiran ium. Umumnya logam ini memiliki titik didih tinggi, mengilap, dapat dibengkokan  , dan dapt menghantarkan panas atau arus listrik.
  • Unsur Non Logam: umumnya memiliki titik didih rendah, tidak mengkilap,kadang-kadang rapuh tak dapat dibengkokkan dan sukar menghantarkan panas atau arus listrik.
Unsur Senyawa 

Senyawa adalah zat yang terbentuk dari penggabungan unsur-unsur dengan pembagian tertentu. Senyawa dihasilkan dari reaksi kimia antara dua unsur atau lebih melalui reaksi pembentukan. Misalnya, karat besi (hematit) berupa Fe2O3 dihasilkan oleh reaksi besi (Fe) dengan oksigen (O). Senyawa dapat diuraikan menjadi unsur-unsur pembentuknya melalui reaksi penguraian.
Senyawa mempunyai sifat yang berbeda dengan unsur-unsur pembentuknya. Senyawa hanya dapt diuraikan menjadi unsur-unsur pembentuknya melalui reaksi kimia. Pada kondisi yang sama, senyawa dapat memiliki wujud berbeda dengan unsur-unsur pembentuknya. Sifat fisika dan kimia senyawa berbeda dengan unsur-unsur pembentuknya. Misalnya reaksi antara gas hidrogen dan gas oksigen membentuk senyawa air yang berwujud cair.
Campuran adalah gabungan dari dua zat atau lebih yang hasil penggabungan nya masih mempunyai sifat yang sama dengan zat aslinya. Misalnya, campuran antara air dan gula menghasilkan cairan yang berasa manis.
Campuran dapat berupa gabungan unsur, senyawa, atau keduanya. Campuran Homogen memiliki komposisi maupun wujud yang seragam. Misalnya air gula dan santan. Sebaliknya campuran heterogen memiliki komposisi yang tidak seragam. Misalnya, campuran antara air dan pasir. Campuran dapat dipisahikan menjadi zat-zat penyusun berdasarkan perbedaan sifat zat-zat penyusunnya, misalnya dengan penyaringan.
Penulisan unsur dipermudah dengan adanya lambang unsur. Bagaimana mempermudah penulisan susunan senyawa? Caranya dengan menggunakan rumus kimia, yaitu gabungan lambang unsur sesuai unsur yang menyusun senyawa. Misalnya, lambang unsur natrium adalah Na dan lambang unsur klorin adalah Cl. Jika natrium direaksikan dengan klorin akan menghasilkan senyawa natrium klorida dengan rumus kimia NaCl. Nama umum NaCl ialah garam dapur.

Benua Antartika dan Keadaan Alamnya



AntarticaDi dunia ini memiliki 6 Benua secara keseluruhan, yaitu Benua Asia, Amerika, Eropa, Afrika, Australia dan Benua Antartika alias Kutub Selatan. Keenam benua tersebut memiliki batas wilayah / perbatasan antar benua, untuk mengetahui lebih lanjut perbatasan benua silahkan baca : Nama-Nama Benua di Dunia dan Perbatasannya.
Daerah Kutub Selatan merupakan benua yang dikenal sebagai Benua Antartika. Benua Antartika merupakan dataran tinggi yang yang berupa gumpalan es atau gunung es dengan ketebalan rata-rata 2.200 m. Disekitar Benua Antartika tersebar ribuan pulau.



1. Letak Dan Batas-Batas Benua Antartika
Letak Benua Antartika  : 66,5 – 90 LS
Letak Benua Antartika : 15.540.000 km/segi
Benua Antartika dibatasi oleh Samudra Atlantik, Samudra Hindia dan Samudra Pasifik.
Antartica

2. Keadaan Alam
a.Gunung

Gunung-gunung yang ada dibenua Antartika antara lain Vinson Massif (5.140m), Gunung Kirkpatrick (4.528 m), Gunung Markham (4.350 m), Gunung Erebus (3.795 m) dan Gunung Jacksen (4.189 m). Gunung-gunung tersebut diselimuti salju sehingga dari puncak gunung sering terjadi gumpalan es mencair dan bergerak ketempat yang lebih rendah. Gumpalan es yang bergerak disebut Gletser.
b. Flora Dan Fauna
Flora yang ada di Benua Antartika hanya berupa lumut didaerah pesisir. Fauna yang hidup diwilayah ini antara lain, Anjing Laut, Pinguin dan Albratas.
c. Iklim
Iklim didaerah ini adalah iklim kutub. Suhu daratan Antartika lebih dingin dari Kutub Utara. Hal ini terjadi karena sebagian besar Benua Antartika terdiri dari gunung-gunung tinggi. Suhu di Benua Antartika terendah mencapai -89 C dan suhu rata-ratanya sekitar -37 C.
3. Penduduk
Sampai saat ini tidak ada penduduk yang menetap di Benua Antartika. Manusia hanya datang untuk tujuan-tujuan tertentu seperti penelitian, penjelajahan, wisata dan berburu binatang kutub.