Suhartiniblog
TUT WURI HANDAYANI ING NGARSO SUN TULODO

Selasa, 25 September 2012

6 Gejala stres kronis yang tak biasa


6 Gejala stres kronis yang tak biasa

Gejala fisik dari stres dapat bervariasi dan tidak biasa. Terkadang, Anda tidak menyadari bahwa gejala tersebut disebabkan oleh stres. Ini bukan hal sepele yang bisa Anda abaikan lho. Yuk kenali enam tanda stres kronis melalui gejala fisik berikut, seperti dilansir Rodale.com.

1. Muntah

Stres dan kecemasan bisa memicu rasa mual atau muntah. Kondisi ini disebut sindrom muntah siklik, yang menyebabkan seseorang merasa mual dan muntah dalam jangka waktu tertentu.

2. Rambut rontok

Stres bisa menyebabkan masalah rambut rontok, yang disebut alopecia areata. Ini adalah sebuah gangguan autoimun, yang membuat sel-sel darah putih menyerang folikel rambut. Alhasil, rambut menjadi sangat rapuh dan mudah rontok.

3. Mimisan

Meski sangat jarang ditemui, beberapa orang akan mengalami mimisan ketika merasa stres berat.

4. Melemahkan sistem kekebalan tubuh

Efek paling nyata dari stres adalah penurunan sistem kekebalan tubuh. Ini diakibatkan oleh pelepasan catecholemines, hormon yang membantu mengatur sistem kekebalan tubuh manusia. Selain itu, stres juga merusak telomeres, gen yang membantu sel-sel kekebalan bereproduksi.

5. Keringat berlebihan

Sebagian orang menderita hiperhidrosis, masalah keringat berlebihan, terutama pada telapak tangan dan kaki. Itu terjadi ketika mereka merasa stres atau tertekan.

6. Kehilangan ingatan

Stres membuat seseorang tidak bisa mengingat rincian dari sebuah peristiwa atau kejadian. Stres kronis dapat mengekspos hippocampus, wilayah otak yang mengontrol memori jangka pendek manusia. Itu disebabkan oleh tingkat hormon kortisol (hormon stres) yang tinggi.

Stres bukan masalah sederhana yang bisa Anda sepelekan. Tanpa Anda sadari, stres menimbulkan berbagai masalah fisik atau bahkan mental. Yoga dan meditasi adalah salah satu cara terbaik untuk melepas stres lho. Mau coba?
 
 

http://www.merdeka.com/sehat/6-gejala-stres-kronis-yang-tak-biasa.html

0 komentar:

Posting Komentar