Suhartiniblog
TUT WURI HANDAYANI ING NGARSO SUN TULODO

Kamis, 18 Oktober 2012

BERFIKIR KREATIF

  

Manusia yang kreatif ialah manusia yang selalu ingin tahu, fleksibel, awas, sensitif terhadap reaksi dan kekeliruan, mengemukakan pendapat dengan teliti dan penuh keyakinan tidak tergantung pada orang lain, berpikir kearah yang tidak diperkirakan, berpandangan jauh, cakap menghadapi persoalan, tidak begitu saja menerima suatu pendapat, kadang susah diperintah.
Torrance menggambarkan empat komponen kreativitas yang dapat diakses yaitu:
  1. Kelancaran (fluency), merupakan kemampuan untuk menghasilkan sejumlah ide.
  2. Keluwesan atau fleksibilitas (flexibility), merupakan kemampuan menghasilkan ide-ide beragam.
  3. Kerincian atau elaborasi (elaboration), merupakan kemampuan mengembangkan, membumbui, atau mengeluarkan sebuah ide.
  4. Orisinalitas (originality), merupakan kemampuan untuk menghasilkan ide yang tidak biasa di antara kebanyakan atau jarang
Kreativitas juga berkaitan dengan faktor-faktor kognitif dan afektif. Kognitif memiliki ciri-ciri aptitude (kecerdasan) sedangkan afektif memiliki    ciri-ciri non-aptitude. Ciri-ciri aptitude meliputi ketrampilan berpikir lancar, ketrampilan berpikir luwes, ketrampilan berpikir orisinal, ketrampilan elaborasi/merinci dan ketrampilan mengevaluasi. Ciri-ciri non-aptitude dari kreativitas adalah ciri-ciri yang berkaitan dengan sikap dan perasaan.  Ciri-ciri non-aptitude meliputi rasa ingin tahu, bersikap imajinatif, merasa tertantang oleh kemajemukan, sifat mengambil resiko dan sifat menghargai. Menurut Munandar   (1999: 12

0 komentar:

Posting Komentar